Kamis, 18 Juli 2013

I-Fun : Puasa Ramadhan......Dojo Kita !


Para pendekar biasanya memiliki dojo, tempat berlatih dan memperdalam jurus-jurus silat mereka, selain juga melakukan penyegaran fisik. Tujuannya agar fisik mereka semakin bugar saat bertarung, dan tentu aja menemukan jurus-jurus baru dalam berkelahi. Setiap masuk ke dojo dipastikan kemampuan bertarung para pendekar itu bertambah


Umat muslim juga punya”dojo” , tapi buakn tempat melatih kekuatan fisik dan jurus-jurus silat, melainkan “tempat” melatih ketakwaan mereka pada allah swt. Dojo itu bernama ramadhan. Ya, dengan melakukan ibadah puasa sebenarnya kita sedang melatih ‘jurus-jurus’ dan melakukan “penyegaran” bagi ketakwaan kita. Selepas bulan ramadhan kita menjadi semakin fresh, segar untuk  kembali bertarung musuh sejati kita; hawa nafsu  dan godaan setan di sepanjang hari.

Sebelas bulan yang kita lalui, bukan nggak mungkin bikin ketakwaan  kita terkikis. Selama sebelas bulan barangakli bibir kita terbiasa ngomongin kejelekan teman-gosip atau ghibah namanya. Mata kita, para cowok, udah”terlatih” melirik aurat dan kecantikan wanita begitu juga ibadah sholat dan baca al-quran kita, kendornya minta ampun. Apalagi bangun dimalam hari untuk ngelakuin qiyamul lail.

“wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (al-baqarah:183)
Dengan datangnya ramadhan, kita ibarat memasuki dojo. Kita dipaksa- tapi dengan keimanan dan keridhoan untuk menyegarkan semua ibadah dan ketakwaan kita kepada allah dengan puasa menahan lapar dan haus siang hari, kita kembali diingatkan pentingnya menakar kebutuhan makan dan minum kita. Jangan sampai kemaruk , makan sampai kekenyangan kayak kata imam al-Ghazali, perut adalah sumber penyakit , penyakit fisik, juga penyakit rohani. ,makanan yang berlebih-apalagi dengan gizi yang tak terkontrol- sudah pasti mengundang penyakit . bila perut terlalu kenyang, Ibadah juga menjadi malas, mata mengantuk dan badan pun lemas. Oleh karena itu, puasa itu sangat efektif melatih pola makan dan minum kita.

Rasulullah saw. Menganjurkan kita untuk makan pada saat lapar dan behneti sebelum kenyang karena memamng tubuh kita punya tingakt kebutuhan gizi tertentu. Bila berlebi bukannya baik tapi malah menjadi “racun” bagi tubuh kita. Kamu pasti pernah dengar istilah ganngguan kolesterol, kadar gula berlebih dan darah tinggi itu adalah sebagian akibat dari mengonsumsi makanan di atas ambang batas . lihatlah para atlet  badan mereka bugar bukan sekedar hasil berlatih, tapi juga mengonsumsi makanan yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan mereka . bila berlebih atau kurang kebugaran mereka akan hilang. Ingat, rasulullah saw dan para sahabat adalah orang yang seumur hidup mereka belum pernah makan sampai kekenyangan. Subhanallah!

   Kita yang berpuasa dibulan ramadhan juga diminta allah untuk memperbanyak membaca al-quran , coba kita renungkan , al-quran adalah sumber hokum dan pedoman hidup seorang muslim bagaimana kita bias cinta pada al quran kalau mebacanya males. Dengan tadarusan insya allah tumbuhlah kecintaan kita  pada kitab suci yang memang turun di bulan ramadhan imam syafi’I rahimahullah selalu mengkhatamkan alquuran sebanyak 30 kali1, itulah sebagian tanda orang yang cinta pada alquran

Membaca al quran juga melembutkan hati kita yang mungkin sajah selama sebelas bulan sudah bĂȘte selain juga menenangkan kalbu dan pikiran lagipula allah menjajikan banyak pahala bagi mereka yang gemar membaca alquran

 Puasa juga melatih kita untuk menjauhkan diri dari berbagai perbuatan haram, berkata yang tidak senonoh kasar dan ghibah perbuatan-perbuatan itu adalah hal hal yang dapat yang dapat merusak pahala puasa, selain itu sudah jelas kalau yang perilaku disebutkan  tadi itu berdampak negative  pada kehidupan kita remaja yang tidak bahagia ibadah puasa juga membentuk  kita untuk menjadi remaja yang tahan banting bias bersabar menahan amarah dan hawa nafsu firman allah dalam hadits qudsi
“ setiap amal anak adam adalah baginya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untukku dan aku yang akan membalasnya dan puasa itu adlaah perisai jika salah seorang diantara kamu berpuasa maka janganlah berkata yang kotor dan keji, maka jika seseorang mencelanya atau menyakitinya hendaklah ia berkata, sesungguhnya aku sedang berpuasa. (HR BUKHORI)

Andai kita bias menghayati dan melaksanakan semua kegiatan puasa itu sebaik baiknya , insya Allah kita lulus dari dojo itu dengan predikat mumtaz alias memuaskan. Kita bakalan siap menghadapi sebelas bulan berikutnya. Sampai akhirnya bertemu lagi dengan Ramadhan tahun berikutnya. Tapi, kalau puasa kita jalankan hanya sekadar rutinitas-apalagi terpaksa di suruh-ortu maka berkuranglah nilai masuk kita ke dalam dojo itu. Hasilnya pun tidak maksimal. Artinya, puasa kita jadi kehilangan makna dan pahala.

“Terkadang orang yang berpuasa tidak mendapat-kan pahala baginya dari puasa nya kecuali rasa lapar saja.”(HR Ibnu Majaah)

jangan juga salah sangka kalau yang nama nya giat beribadah-seperti membaca Al-Qur’an dan shalat malam-atau menahan dir dari segala hawa nafsu yang buruk, hanya berlaku di bulan puasa. Bukankah seorang pendekar berlatih di dojo agar semua jurus silatnya dapat digunakan dalam pertarungan yang sesungguhnya. Demikian pula puasa, itu adalah ajang latihan. Selepas Ramadhan semua jurus yang kita telah kita  pelajari dapat kita gunakan sebaik-baiknya pada pertempuran yang sesungguhnya.

Terakhir, sadarilah kalau Allah nggak Cuma hadir bulan Ramadhan. Kapan pun, di mana pun Allah itu ada,Maha melihat dan bakal menghitung semua amal perbuatan kita. Jadikan deh puasa Ramadhan sebagai dojo, sebagai kesempatan melatih diri agar kian bertakwa dan bias mengendalikan hawa nafsu. Mau kan?

I-Fun : Sang Pembuka Kota Constatinople

SULTAN MUHAMMAD AL FATEH sang pahlawan Islam yang dapat merebut Konstatinopel dengan kekuatan jihad dan pasukannya. Mau tahu kehebatannya...... I-Fun simak yuk!




Sabda Rasulullah s.a.w. ketika menggali Parit Khandaq:
“…Constantinople (kini Istanbul) akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera…”
(Hadis riwayat Imam Ahmad)

Umat Islam berlomba-lomba membebaskan Constantinople untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah S.W.T di dalam Hadis tersebut. Walau bagaimanapun, banyak misi yang mengalami  kegagalan. Di antaranya, 5 misi di zaman Kerajaan Umayyah, 1 misi di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 misi di zaman Kerajaan Turki Uthmaniyah.

Di dalam salah sebuah misi semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi S.A.W yiaitu Abu Ayyub Al Ansary R.A. telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan memimpin sebaik-baik tentara semasa mereka membebaskan Constantinople”. Begitulah ungkapnya seorang sahabat besar Nabi S.A.W.

Hadis Nabi S.A.W ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Turki Uthmaniyyah dan 150,000 orang tentaranya.
Siapakah Sultan Muhammad Al Fatih? Apakah kehebatan Baginda dan tentara-tentaranya sehingga disebut sebagai “sebaik-baik raja” dan “sebaik-baik tentara” di dalam hadis tersebut


Sultan Muhammad Al-Fatih

Biografi
Baginda dilahirkan pada 29 Maret 1432 Masehi di Adrianapolis (perbatasan Turki – Bulgaria). Walau bagaimanapun, sejarah hidup Baginda sebenarnya telah dimulai hampir 800 tahun sebelum kelahirannya kerana telah disebut sebagai “sebaik-baik raja” di dalam Hadis tadi. Baginda juga dikenal dengan julukan Muhammad Al Fatih kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.

Baginda naik takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Baginda merupakan seorang negarawan yang ulung, dan panglima tentara agung yang memimpin sendiri 25 misi peperangan. Baginda meninggal pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout. Ada ahli sejarah berpendapat Baginda meninggal kerana diracun.

PENDIDIKAN

Baginda mendapatkan pendidikan yang menyeluruh dan terpadu. Di dalam bidang keagamaan, gurunya adalah Syeikh Shamsuddin Al Wali dikatakan dari keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq R.A.
Di dalam ilmu peperangan juga, Baginda dididik tentang taktik peperangan, memanah dan menunggang kuda oleh panglima-panglima tentara. Di dalam bidang akademik pula, Baginda adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Greek, Serbia, Turki, Parsi dan Hebrew. 
Di dalam bidang Ilmu Pemerintahan juga, ayahanda Baginda, Sultan Murad II, dengan tujuan mendidik, sewaktu pergi berkunjung ke Pulau Magnesia. Baginda yang baru berusia 12 tahun memangku jabatan Khalifah. Pada usia semuda ini Baginda telah matang menangani daya tipu musuh.

KEPERIBADIAN
Baginda senantiasa bersifat tawadhu’ dan rendah diri. Semasa membimbing  Benteng Rumeli Hissari, Baginda membuka baju dan sorbannya, mengangkat batu dan pasir hingga ulama-ulama dan menteri-menteri terpaksa mengikuti beliau bekerja. 
Baginda seorang yang senantiasa tenang, pendiam, berani, sabar, tegas dan kuat menyimpan rahasia pemerintahan. Baginda sangat mencitai para ulama dan selalu berbincang dengan mereka mengenai permasalahan negara.


Peta Tua Wilayah Constantinople dan Laut Marmara


PERSIAPAN AWAL MEMBEBASKAN KOTA CONSTANTINOPLE

Selama 2 tahun selepas menaiki takhta, Baginda mengkaji  Kota Costantinople setiap malam untuk mengenal pasti titik kelemahannya. Baginda juga mengkaji sebab-sebab kegagalan misi-misi terdahulu serta berbincang dengan panglima-panglima perangnya tentang strategi yang sesuai untuk digunakan.

Baginda mengarahkan tentaranya untuk membina peralatan perang termodern seperti meriam besar yang bisa menembak bom 300 kg sejauh 1 batu. Benteng Rumeli Hissari digencarkan di tebing sebelah Eropa, kurang lebih  5 batu dari Kota Constantinople di mana Selat Bosphorus adalah yang paling sempit. 

Baginda membawa bersama para ulama dan pakar motivasi ke medan perang untuk membakar semangat jihad tenteranya. 
Saat menghampiri dinding kubu Kota Constantinople, Baginda mengarahkan diiringi laungan Azan dan solat berjemaah. Tentera Byzantine gentar melihat 150,000 tentera Islam bersolat di belakang pemimpin mereka dengan laungan suara takbir memecah kesunyian alam.

Meriam yang sangat canggih pada masa itu


MELANCARKAN SERANGAN KE ATAS KOTA KONSTANTINOPL

Setelah segala persiapan lengkap diatur, Baginda menghantarkan utusan kepada Raja Byzantine untuk meminta beliau menyerah. Keengganan beliau mengakibatkan kota tersebut dikepung. 

Pada 19 April 1453, serangan dimulai. Kota tersebut dihujani peluru meriam selama 48 hari. Setengah dinding luarnya rusak tetapi dinding tengahnya masih teguh.


Berlayar dengan Kapal di Puncak Gunung

Kegembiraan mereka tidak lama. Keesokan paginya, mereka dikejutkan dengan  72 buah kapal perang Uthmaniyah di perairan Teluk Golden Horn. Ini adalah hasil kebijaksanaan Baginda mengangkut kapal-kapal ke atas gunung dan kemudian diluncurkan semula ke perairan Teluk Golden Horn. Taktik ini diakui sebagai antara taktik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri. Kapal-kapal itu kemudiannya menerobos dinding pertahanan belakang kota.
Kapal-kapal perang tentera Byzantin habis terbakar karana tembakan meriam Usmaniyah. Pertahanan Byzantin menjadi semakin lemah. Baginda mengambil kesempatan pada malamnya dengan memberikan semangat kepada tenteranya serta mengingatkan mereka kepada Hadis Rasulullah S.A.W. dan bersama-sama berdoa kepada Allah S.W.T.

Keesokan paginya tentera Uthmaniyah mencoba memanjat dinding dalam kubu dengan tangga dan merobohkannya dengan lastik besar. Tantangan sengit pihak Byzantin menyebabkan banyak yang syahid. Baginda memerintahkan tentaranya bmundur dan tembakan meriam diteruskan hingga tengah hari.




Karisma Seorang Pemimpin

Pengepungan selama 53 hari tanpa satupun tanda-tanda kejayaan telah menimbulkan rasa bosan dan menghilangkan keyakinan tentara Baginda. Pada saat yang genting ini Baginda berkata untuk menaikkan semangat tentaranya,
“Wahai tentaraku, aku bersedia untuk mati di jalan Allah. Siapa yang mau syahid ikutlah aku!”

Mendengarkan itu, Hasan Ulubate, salah seorang tentara Baginda memimpin sekumpulan kecil 30 tentera membuka dan melompat masuk ke dalam kubu musuh lantas menancapkan bendera Islam di situ. 
Mereka semuanya gugur syahid setelah dihujani anak panah musuh. Kemudian tentera-tentera Islam menyerbu bertali arus menembus barisan pertahanan Byzantine sambil melaungkan kalimah Allahu Akbar.
Gambaran pelukis mengenai Sultan Muhammad al Fateh memasuki Kota Constantinople


Penawanan Constantinople

Pada 29 Mei 1453, Kota Constantinople jatuh ke tangan Islam. Baginda menukar namanya kepada Islambol (Islam keseluruhan). Gereja Besar St Sophies ditukar kepada Masjid Aya Sofiya. Baginda dengan tawadhuknya melumurkan tanah ke dahinya lalu melakukan sujud syukur. Semenjak peristiwa inilah Baginda diberi gelaran “Al Fatih” iaitu " yang menang " kerana kejayaannya membebaskan Constantinople.


SEBAIK-BAIK RAJA SEBAIK-BAIK TENTERA


  Pada kali pertama solat Jumaat hendak didirikan, timbul pertanyaan siapa yang layak menjadi imam. Baginda memerintahkan kesemua tentaranya termasuk dirinya bangun lantas bertanya, “Siapa di antara kita sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan solat fardhu walau hanya satu kali sila duduk!” Tiada seorang pun yang duduk, kerana tidak seorang pun di antara mereka pernah meninggalkan solat fardhu.
Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga kini pernah meninggalkan solat sunat rawatib sila duduk!” Sebahagian daripada tenteranya duduk.

Kemudian Baginda bertanya lagi, “Siapa di antara kamu sejak baligh hingga ke saat ini pernah meninggalkan solat tahajjud walaupun satu malam, sila duduk!” Kali ini semuanya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri. 
Baginda tidak pernah meninggalkan solat fardhu, Solat Sunat Rawatib dan Solat Tahajjud sejak baligh . Inilah dia anak didikan Syeikh Shamsuddin Al Wali
Bagindalah sebaik-baik raja yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah S.A.W di dalam Hadisnya itu.

Makam Sultan Muhammad Al-fatih 

SAIDINA ABU AYYUB AL-ANSORI

Makam Abu Ayyub Al-Ansori di Istanbul

Saidina Abu Ayyub Al-Ansori terlibat di dalam salah sebuah misi peperangan semasa zaman Kerajaan Umayyah telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. 

Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Karena aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan memimpin sebaik-baik tentara semasa mereka membebaskan Constantinople”. 

Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi S.A.W. Akhirnya terbuktilah kesahihan hadith nabi tersebut.

I-Fun : Bulan Ramadhan, Bulannya Petasan...!


Ramadan, banyak anak mengatakan musimnya bermain petasan. Meski dilarang sebab mengganggu lingkungan lantaran bising, hal itu tak menyurutkan niat anak tetap bermain petasan.
Sekarang baimana sih pendapat teman-teman? I-Fun...... lihat yuk!




Walau dilarang, anak-anak tetap bermain petasan



  Mercon alias petasan, kata ini tentunya tidak asing di telinga anak-anak atau orang dewasa.
Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah bagi umat muslim, bulan yang harus dihidupkan dengan kekhusyukan beribadah. Di malam-malam bulan Ramadhan, masjid-masjid ramai terisi jamaah untuk menjalankan ibadah sholat Tarawih, suara Tadarus Al Quran berkumandang menambah suasana religius bulan Ramadhan. Namun, saat memasuki bulan Ramadhan suara petasan yang memekakkan telinga juga mulai bermunculan. Mereka yang memainkan petasan mendatangkan kesenangan bagi pelakunya, namun dibalik perilaku tersebut terdapat hal-hal negatif yang dapat ditimbulkannya.


  Pengalaman unik di bulan suci ini, pernah saya melihat anak kecil yang ramai-ramai membawa petasan untuk dinyalahkan selepas shalat sunnah Tarawih. Baru saja rakaat ke-20, anak-anak tersebut sudah bisik-bisik dan keluar dari mushola untuk mempersiapakan acara petasannya. Padahal mereka belum melaksanakan shalat Witir. 

  Baru saja shalat witir selasai, terdengar suara petasan yang menggelegar Duarrghh........ntak...ntak.....Duargh........ ?/!//??!
Seketika para jamaah Tarawih kaget mendegar suara itu.....!


Setelah Doa di panjatkan dan membaca niat puasa,,,,, berbondong-bondong para jamaah menuju kebelakang mushala (sumber suara petasan). "Astaghfirullahaladzim,,,,,, kebakaran...! kebakaran.....!  tuh.. di pohon rambutan .. Cepet! Ambil air tar merembet ke gubuk pak Shomat." Seru Imam Tarawih.
Ternyata petasan tadi telah membakar dua pohon rambutan yang sebelahnya terdapat gubuk. 

  Lantas para bapak-bapak bertanya-tanya apa yang menyebabkan hal ini terjadi. Mereka mencari sumber penyebabnya di sekitar mushala karena tidak ada seseorang pun. Tiba-tiba datang segerombolan anak-anak menemui para jamaah. "Pak kami minta maaf pak , kami yang melakukan semua ini,,,,heee ngehnegenge (sambil menangis) tadi habis sholat tarawih, kami naruh petasan di pohon itu, terus petasannya petasan Besan yang Gede itu..? pas kita nyalahin tiba-tiba ada kebakaran tapi alhamdulillah kita semua gak kenapa kenapa kok." ungkap anak-anak seraya memelas pada wajahnya.
Ternyata petasan yang di pakai adalah petasan hajatan, kalau di nyalahkan 2 kampung bisa kedengaran....!

"Ya sudah besok jangan di ulangi lagi ....   Kalian bapak maafkan kali ini saja. Sebagai hukumannya habis shalat tarawih kalian tadarusan sampai jam setengah sepuluh". tukas imam Tarawih  

  Inilah kisah di balik bermain petasan, salah-salah bisa fatal dan sangat merugikan orang lain. Hampir saja tadi bisa membakar gubuk pak Shomat, tapi karena warga cekatan semua beres. Akhirnya anak-anak tadi yang biasanya bermain petasan selepas shalat tarawih, sekarang mushola ramai terdengar suara tadarus anak-anak.

"Nah..............! ini yang posistif, jangan di jadikan ajang perang petasan di bulan suci ini. Ingat ya...?" tukas Alfian sambil tersenyum mengingat hal ini.

Salam I-Fun :)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management